Gule Gending

gule_gendingMasih ingat dengn manisan “Gule Gending”? Gule Gending terbuat dari gula pasir biasanya berwarna merah dan berbentuk seperti serabut, didalam menjajakannya penjual Gule Gending selalu memainkan musik yakni dengan memukul-mukul wadah Gule Gending yang memang selain difungsikan sebagai wadah Gule gending juga sebagai alat musik yang menghasilkan suara yang cukup bagus da merdu, saat ini keberadaan Gule Gending sudah sangat jarang bahkan bisa dikatakan hampir “punah”.
Hal tersebut terjadi lantaran manisan Gule Gending kalah bersaing dengan manisan-manisan pabrikan lainnya da hal tersebut juga menyebabkan para penjual Gule gending banyak yang beralih profesi, padahal menurut saya sebenarnya para penjual Gule Gending tersebut adalah seorang seniman juga, dan atraksi mereka didalam memainkan irama wadah Gule Gendingnya dapat dijadikan sebagai salah satu daya tarik pariwisata kita.
Continue reading ‘Gule Gending’

Lombok Sumbawa Promo

Kenapa Bulayak Harus Berbentuk Stick?

sate-bulayakBeberapa hari yang lalu sepulang mengantar ibu ke Tanjung, saya mampir di taman kota selong Lombok Timur, di pinggir jalan sebelah Utara taman berderet warung tenda yang menjual berbagai jenis makanan, salah satunya yng cukup menarik perhatian dan selera saya adalah Sate Bulayak. Sate Bulayak adalah merupakan salah satu kuliner khas Lombok terutama Lombok Barat dan kuliner ini adalah salah satu favorit saya.

Sate Bulayak terdiri dari sate dan lontong, satenya sendiri pada umumnya adalah sate ayam atau sapi, terkadang diberikan jeroan juga. Yang unik memang ada di bumbunya, bumbu kacangnya tidak biasa. Terbuat dari kacang tanah sangrai tumbuk yang direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya. Rasanya sekilas jadi seperti bumbu kari kental, dan karena saya penggemar manis maka kucuran kecap manis diperlukan untuk menambah kesempurnaan bumbu sate Bulayak ini.

Continue reading ‘Kenapa Bulayak Harus Berbentuk Stick?’

Ayo Dukung Bunda Prita !!

Sudah cukup kita terpana oleh drama bebasnya Manohara. Sekarang saatnya kita berpaling pada seorang ibu, Prita Mulyasari, yang terpaksa menghentikan asupan ASI pada buah hatinya karena harus menginap di bui. Apa pasal? Hanya karena ia menulis keluhan atas perlakukan RS Omni Serpong pada dirinya. Ya, dia hanya menceritakan apa yang dia alami, itu saja sebenarnya.

Mengeluh, tak puas atas pelayanan sebuah rumah sakit apakah salah sampai harus masuk penjara segala? Silahkan Anda jawab sendiri. Apa yang dilakukan oleh Bunda Prita, tak jauh beda dengan misalnya Anda membeli baju di sebuah Toko X, di sana Anda tak mendapat pelayanan yang memuaskan, sudah begitu ternyata baju yang Anda beli cacat dan pihak toko tak merasa bertanggung jawab. Sudah tentu Anda sebal bukan? Apa yang akan Anda lakukan? Sangat mungkin, selain komplain pada pihak toko, Anda juga akan bercerita pada teman-teman Anda, agar mereka tak mengalami hal yang sama. Apakah tindakan itu salah?

Continue reading ‘Ayo Dukung Bunda Prita !!’

Allah Menunjukkan Kebesarannya Di Desa Kailolo

Ini adalah postingan lama, tapi tidak ada salahnya kita saksikan lagi sekedar untuk mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT … Kejadian ini sendiri terjadi pada tahun 2003 yang lalu di desa Kailolo, Maluku Tengah.


The Miracle of Allah in Kailolo, Sulawesi, Indonesia - Free videos are just a click away

Cinta Dan Pecinta

revolvere-cinta1 Seorang pecinta tidak akan mampu membuktikan keindahan kekasihnya, namun tidak ada seorangpun yang mampu meyakinkannya agar membenci kekasihnya. Memang demikianlah keadaannya, dalam perkara semacam ini bukti logis tidak akan berarti. Cinta tidak akan sirna hanya karena ketidakmampuan pengungkapan, sebab bagian utama dari cinta itu adalah hati, bukan rasio.

Seorang anak kecil mencintai susu, dan susu menjadi makanannya, meski demikian dia tidak dapat menjelaskan apa susu itu sebenarnya, meskipun jiwanya menghasratkan. Mustahil dia mampu mengungkapkan dengan lisan kepuasan yang diperoleh dari meminum susu atau bagaimana menderitanya dia apabila dijauhkan dari susu. Karena seorang pecinta dipenuhi keajaiban, sebab ia menerima kekuatan yang tumbuh sebagai daya hidup dari yang dicintainya.

>> Semoga ini bisa  menjelaskan semuanya …

Sahabatku Itu …

stressSudah sejak lama sahabat ini selalu curhat dan berkeluh kesah tentang keinginannya  untuk berumah tangga, umurnya telah memasuki 32 tahun, ia bekerja di sebuh perusahanaan kelas Internasional, punya segala-galanya, intinya sahabat ini telah amat sangat mapan. Setiap bersua dengannya hal pertama yang selalu ditanyakannya adalah kapan ia akan  berumah tangga, setelah itu ia akan melanjutkannya dengan keluh kesah yang sama.

Perawakannya lumayan, apalagi ditunjang dengan face ke-India-India-annya, ia adalah anak tertua dari 4 bersaudara, semua adik-adiknya telah menikah dan mempunyai anak, dari pengamatan saya secara keseluruhan kalau sekedar untuk mencari pasangan hidup tidaklah susah, dia mengaku sudah teramat sering berusaha untuk menjalin suatu hubungan namun selalu kandas dengan berbagai alasan.

Continue reading ‘Sahabatku Itu …’

Hidup, Pertentangan Dan Ego

Oleh kebanyakan orang, kehidupan dianggap sebagai sebuah panggung sandiwara, mengikuti alur cerita dan plot yang terkadang menyenangkan dan terkadang juga penuh dengan tragedy. Penuh dengan kepalsuan, intrik, tipu daya, absurditas, kamuflase dan lain sebagainya namun semua itu oleh orang-orang tertentu dijadikan sebagai alat atau alasan untuk mencapai suatu kebahagiaan, kepuasan egoisme tepatnya. Hal tersebut adalah makanan bagi rasa ego mereka, tanpa itu mereka akan “kelaparan” dan “mati”.

Continue reading ‘Hidup, Pertentangan Dan Ego’

Tiang Bukan Mereka …

merenung

Tiang bukanlah seorang Yakub yang memiliki kesabaran diatas kesabaran

Tiang bukanlah Salman Al-Farisyi yang berotak cemerlang dengan berjuta ide dan gagasan

Tiang bukanlah Thalhah, yang mampu memberikan apa saja kepada agama dan sesama

Tiang bukanlah Abu Bakar, yang gagah berani membela hak orang-orang kecil dan tertindas

Tiang bukanlah seorang Umar, dengan konsep Sami’na Waata’na-Nya, menunjukkan ketaatan pada pemimpin dan Tuhan dengan seutuhnya

Tiang bukanlah seorang Abu Dzar, orang termiskin namun mampu memberikan sedekah terbaiknya kepada tetangganya yang lebih mampu

Tiang bukanlah mereka …

>> Mari semeton kita introspeksi diri, kita semua punya keterbatasan dan janganlah membuat keterbatasan diri itu semakin terbatas hanya karena kita terlalu sibuk mengurus keterbatasan orang lain